Tampilkan postingan dengan label Berita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Berita. Tampilkan semua postingan
Kamis, 18 Oktober 2018
![]() |
| Sumber: www.atljambi.blogspot.com |
Jambi--Dalam rangka memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang pentingnya sensor mandiri, Asosiasi Tradisi Lisan (ATL) Jambi bekerja sama dengan Lembaga Sensor Film (LSF), dan Kantor Bahasa Jambi mengadakan kegiatan Sosialisasi Budaya Sensor Mandiri di Provinsi Jambi dengan mengangkat tema: Masyarakat Sensor Mandiri, Wujud Kepribadian Bangsa".
Kamis, 03 Desember 2015
Setelah dua malam berturut-turut berhasil menampilkan tujuh tradisi lisan dari kabupaten/kota Se-Provinsi Jambi, malam ini (3/12) Pergelaran Tradisi Lisan Melayu Jambi yang diselenggarakan oleh Kantor Bahasa Provinsi Jambi akan ditutup.
Dari sepuluh tradisi lisan yang sudah dijadwalkan tampil, tersisa tiga tradisi, diantaranya dari Kabupaten Tanjungjabung Barat, serta Kabupaten Kerinci. Sementara satu tradisi dari Tanjungjabung Timur masih menunggu konfirmasi.
Di malam penutupan ini akan diawali dengan penampilan, dari Kabupaten Tanjungjabung Barat dengan tradisi lisan Kedungkuk, dan akan ditutup dengan penampilan dari Kabupaten Kerinci yang akan menampilkan tradisi Tauh.
Rabu, 13 Agustus 2014
“Tak Melayu hilang di bumi,” demikian salah satu ungkapan yang pernah dilontarkan oleh tokoh fenomenal Melayu, Hang Tuah. Memang apa yang pernah disampaikan tokoh Melayu tersebut benar adanya. Kebudayaan Melayu di dunia ini tidak pernah boleh hilang atau ditinggalkan masyarakatnya karena nilai-nilai yang terkandung di dalamnya sangat bernilai tinggi, bahkan sangat luhur.
Senin, 11 Agustus 2014
Nek Jariah (76 tahun), asal Rantau Pandan Kab. Bungo, Prov. Jambi calon penerima Penghargaan Maestro Seni Tradisi. Penghargaan ini akan diberikan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia pada tanggal 3 Oktober 2014 di Jakarta pada malam Pemberian Anugerah Kebudayan dan Penghargaan Maestro Seni Tradisi (AKPM) 2014. Nek Jariah akan menerima penghargaan ini bersama 7 maestro seni tradisi masing-masing berasal dari NTB, Riau, Kepri, Bangka Belitung, Papua, DKI Jakarta, dan Maluku Utara.
Senin, 05 Mei 2014
Diantara kelebihan bangsa Indonesia bila dibandingkan dengan bangsa lain adalah keberagaman adat istiadat, budaya serta kekayaan akan tradisi masyarakatnya. Di samping dikenal sebagai negara yang memiliki lebih dari ribuan pulau, ditambah beragamnya tradisi yang dimiliki oleh masyarakat di masing-masing pulau dan daerah, tentunya menambah daya tarik tersendiri bagi wisatawan asing untuk berkunjung ke Indonesia.
Kamis, 21 Maret 2013
Kerja sama Asosiasi Tradisi Lisan (ATL) dengan Pemerintah Daerah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta
Tahun 2013
Folklor dan Folklife dalam Kehidupan Dunia Modern: Kesatuan dan Keberagaman
Yogyakarta, 7—9 Juni 2013
Keraton Yogyakarta
Hotel Inna Garuda Yogyakarta
Latar Belakang
Folklor merupakan cultural heritage, warisan budaya yang sangat kaya di Asia. Para peneliti, pelaku, dan pemangku kepentingan folklor Asia penting untuk membangun satu forum agar saling tukar pemikiran dan pengalaman. Forum yang sudah lama dilakukan dalam bentuk kongres setiap dua tahun sekali. Kongres dilakukan bergiliran dari satu negara ke negara yang lain di Asia. Indonesia mendapat kesempatan untuk menjadi tuan rumah Kongres Folklor Asia pada tahun 2013. ATL mendapatkan kepercayaan untuk menyelenggarakan Asia Folklor Congress III di Indonesia didukung oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI dan Pemerintah Daerah istimewa Jogyakarta bekerja sama dengan Universitas Negeri Yogyakarta, Universitas Gadjah Mada, Universitas Sanata Dharma, dan berbagai pihak lainnya.
Kongres Folklor Asia merupakan satu forum yang strategis dan bergengsi. Indonesia akan mendapatkan banyak keuntungan sebagai pelaksana. Pertama, forum ini akan mendapat perhatian dan liputan dari media Asia, bahkan dunia. Kedua, Indonesia akan kedatangan tokoh, pelaku, peneliti, dan pemangku kepentingan dari delegasi negara-negara Asia.
Tujuan Kegiatan
1. Mempertemukan berbagai tokoh tradisi Asia untuk peningkatan saling menghargai.
2. Mempromosikan kehidupan multikultural yang damai di dunia, dan keberagaman folklor (budaya) Asia ke tingkat dunia
Sub tema
1. Folklor sebagai warisan budaya dan local genius
2. Folklor dan identitas bangsa
3. Folklor dan pembangunan karakter bangsa
4. Folklor sebagai warisan pemikiran
5. Folklor dalam pandangan teori humanis
6. Folklor dan masalah lingkungan
7. Folklor dalam masyarakat modern
Keynote Speaker
Keynote speaker adalah Sri Sultan Hamengkubuwana X, sebagai Gubernur dan Raja KasultananYogyakarta
Pemakalah Utama
1. Dr. Wiendu Nuryanti, M.A. Wakil Menteri Bidang Kebudayaan
2. Dr. Mukhlis PaEni, Masyarakat Sejarawan Indonesia, Pembina ATL dan Lembaga Sensor Film Indonesia
Pemakalah Pendamping
Pemakalah pendamping adalah pemakalah hasil seleksi abstrak yang dikirim ke panitia. Abstrak makalah paling lambat dikirim tanggal 30 Maret 2013 pukul 00.00 WIB. Abstrak dapat ditulis dalam bahasa Indonesia/Melayu dan Inggris. Pengumuman hasil seleksi abstrak tanggal 10 April 2013. Bagi abstrak yang diterima harus mengirimkan makalah lengkap paling lambat tanggal 15 Mei 2013, jika terlambat, makalah tidak akan dimasukkan dalam prosiding. Abstrak dan makalah lengkap dikirim ke email:
suwardi_endraswara@yahoo.com, djokomarihandono@yahoo.co.id, indiewara@yahoo.com
atau
atl_lisan@yahoo.com
Pelaksanaan Kegiatan
Hari : Jumat-Minggu
Tanggal: 7-9 Juni 2013
Tempat: Hotel Inna Garuda (Jl. Malioboro).
Peserta Kongres
Peserta kongres terdiri dari para peneliti, pelaku, pakar, pemerintah, wartawan, dosen, guru, mahasiswa, dan pemangku kepentingan dari seluruh dunia. Walaupun kongres ini dari Asia untuk Asia, tetapi para pemangku kepentingan dari seluruh dunia banyak yang hadir pada kongres-kongres sebelumnya, terutama para ahli Asia.
Pendaftaran Peserta
Pendaftaran Peserta paling lambat tanggal 30 Mei 2013, pukul 14.00. Pendaftaran melalui pos dialamatkan kepada:
Dr. Suwardi Endraswara, M.Hum. Ketua ATL Yogyakarta, dengan alamat Jurusan Pendidikan Bahasa Daerah FBS Universitas Negeri Yogyakarta, 55281, tlp. (0274) 550843, fax (0274) 548207.
Atau melalui pos-el: indiewara@yahoo.com atau suwardi_endraswara@yahoo.com
Narahubung:
Suwardi Endraswara : 08156805293
Afendy Widayat :08170403618
Partisipan Kongres membayar:
• Pembicara seleksi dari Indonesia: Rp. 650.000 x 2 malam 3 hari = Rp. 1.300.000,-
• Pembicara seleksi dari luar negeri : US 70 x 2 malam 3 hari = US 140
• Peserta dari Indonesia Rp. 600.000 x 2 malam 3 hari = Rp. 1.200.000,-
• Peserta dari luar negeri: US 65 x 2 malam 3 hari = US 130
• Peserta yang tidak menginap Rp. 950.000,-
• Pembicara seleksi dari Indonesia yang tidak menginap Rp. 1.050.000,-
Kontribusi di atas termasuk biaya kongres selama 3 hari, pendaftaran, kongres kit, menonton pertunjukan, tour city, transportasi lokal (hotel-Bandara) dan akomodasi hotel.
Biaya pendaftaran dapat disampaikan ke:
BNI 46 Cabang UGM, Bulaksumur Yogyakarta, a.n Dra. Daru Winarti, M.Hum. dengan nomor rekening BNI Cabang UGM nomor: 0039191852. Foto kopi bukti transfer mohon dibawa pada saat pendaftaran peserta.
Wesel pos ditujukan kepada: Sekretariat Kongres Internasional Folklor Asia, dengan alamat Dr. Suwardi, M.Hum: Jurusan Pendidikan Bahasa Daerah FBS Universitas Negeri Yogyakarta, 55281, Tlp. (0274) 550843 psw 12, fax (0274) 548207, Pendaftaran secara langsung pada saat kongres tidak dilayani.
FORMULIR PENDAFTARAN
KONGRES INTERNASIONAL FOLKLOR ASIA
7-9 Juni 2013
Nama dan gelar : ………………………………..
Instansi : ………………………………..
Alamat : ………………………………..
No. telepon/HP : ………………………………..
Cara Pembayaran Kongres (mohon dilingkari)
• Dikirim langsung ke panitia kongres
• Dikirim lewat pos wesel ke panitia kongres
• Dikirim lewat BNI 46 a.n, Dra. Daru Winarti, M.Hum.
Formulir ini harap diisi dan dikirim ke panitia. Formulir dapat diperbanyak dengan cara mengkopi sendiri.
Selasa, 12 Februari 2013
Sebanyak 26 cagar budaya di Indonesia, masuk dalam daftar nominasi warisan dunia UNESCO.
Dari 26 cagar budaya tersebut, tiga diantaranya adalah Candi Muara Jambi di Jambi, Candi Trowulan di Jawa Timur, dan kawasan karst Maros Pangkep di Sulawesi Selatan.
Demikian dituturkan oleh Direktur Pelestarian Cagar Budaya dan Permuseuman Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Surya Helmi, Selasa (12/2/2013).
Saat ini, sebanyak 13 cagar budaya Indonesia telah ditetapkan sebagai warisan dunia, di mana enam diantaranya termasuk dalam warisan dunia kategori tak benda, empat cagar budaya sebagai warisan dunia kategori benda, dan tiga lainnya adalah warisan dunia kategori alam.
Yang baru saja ditetapkan sebagai warisan dunia pada akhir tahun 2012 adalah noken, rajutan khas Papua.
Sumber: http://regional.kompas.com/read/2013/02/12/08023764/26.Cagar.Budaya.Masuk.Nominasi.Warisan.Dunia?utm_source=WP&utm_medium=box&utm_campaign=Kknwp
Dari 26 cagar budaya tersebut, tiga diantaranya adalah Candi Muara Jambi di Jambi, Candi Trowulan di Jawa Timur, dan kawasan karst Maros Pangkep di Sulawesi Selatan.
Demikian dituturkan oleh Direktur Pelestarian Cagar Budaya dan Permuseuman Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Surya Helmi, Selasa (12/2/2013).
Saat ini, sebanyak 13 cagar budaya Indonesia telah ditetapkan sebagai warisan dunia, di mana enam diantaranya termasuk dalam warisan dunia kategori tak benda, empat cagar budaya sebagai warisan dunia kategori benda, dan tiga lainnya adalah warisan dunia kategori alam.
Yang baru saja ditetapkan sebagai warisan dunia pada akhir tahun 2012 adalah noken, rajutan khas Papua.
Sumber: http://regional.kompas.com/read/2013/02/12/08023764/26.Cagar.Budaya.Masuk.Nominasi.Warisan.Dunia?utm_source=WP&utm_medium=box&utm_campaign=Kknwp
Selasa, 25 Desember 2012
Jika sahabat sekalian ingin mengikuti tujuh sesi Seminar Internasional Pertemuan Penyair Nusantara VI Jambi, yang berlangsung dari tanggal 29 hingga 30 Desember 2012, dipersilahkan mendaftarkan diri lansung ke lokasi kegiatan, Hotel Ratu, ruangan Sumatera pada tanggal 29 Desember 2012, pukul 07.30-08.30. Syarat keikut-sertaan bagi peserta di luar penyair lolos seleksi adalah:
1) Mengisi formulir seminar
2) Kontribusi Peserta Rp. 150.000
Fasilitas yang didapatkan peserta adalah:
1) Sertifikat Seminar Internasional PPN VI Jambi (International Poet Gathering)
2) Bunga Rampai Makalah PPN VI Jambi.
Peserta terbatas untuk 50 orang.
Jika berminat, segera hubungi panitai bidang seminar,
saudara Nukman (08126794438) dan Firdaus (082184565172).
Kamis, 27 September 2012
Asosiasi Tradisi Lisan menilai guna berjalan lancarnya program revitalisasi khasanah-khasanah seni budaya daerah maka diperlukan adanya bantuan tunjangan dari pemerintah yang diperuntukkan bagi para seniman maestro yang masih tersisa.
"Salah satu bentuk upaya kongkret yang bisa dilakukan adalah dengan keterlibatan pemerintah dalam memprogramkan diberikannya tunjangan kepada para maestro seni budaya daerah yang masih tersisa saat ini," kata anggota ATL pusat, DR Mukhlis PaEni di Jambi, Rabu.
Hal tersebut diungkapkan akademisi dari Unhas ini saat menjadi pembicara dalam Seminar Nasional Tradisi Lisan yang digelar ATL Jambi dan Kantor Bahasa Provinsi Jambi di hotel Ratu pada 24 September.
Ia mengatakan, perencanaan program tersebut telah diajukannya ketika dia masih sebagai pejabat di Kemenbudpar 2009 lalu, namun hingga kini ketika dia sudah tidak lagi di kementerian realisasinya masih belum terlihat.
"Saat itu kita mengajukan bantuan tunjangan untuk para maestro seni budaya yang masih tersisa Rp1 juta perorang perbulannya, bantuan ini diamaksudkan agar mereka para maestro itu bisa dengan leluasa menularkan kemahirannya pada bentuk seni tertentu tersebut kepada generasi muda secara berkelanjutan," ujar Mukhlis.
Seperti halnya tenaga pendidikan luar sekolah termasuk para dai, para maestro seni pun memang seharusnya juga mendapat apresiasi pemerntah berupa tunjangan hidup karena mereka adalah ujung tombak bagi pelestarian khasanah budaya yang tersisa.
Ia juga menyampaikan, program tersebut seyogyanya tidak saja menunggu respon dari pemerintah daerah, melainkan lembaga-lembaga kesenian kebudayaan yang ada di daerah juga bisa melakukan hal serupa kepada pemda.
Sementara menurut ketua Dewan Kesenian Jambi (DKJ) Aswan Azhari yang juga anggota komis D DPRD provinsi Jambi, pihaknya memang saat ini juga tengah menggodok usulan akan diberkannya tunjangan pemdakepada para seniman dan tokoh seni di Jambi seperti halnya para Da’i da guru ngaji yang telah diberikan tunjangan bulanan.
Namun dia mengingatkan angkanya tentu saja tidak bisa sama dengan besaran yang diusulkan ATL ke pemerintah pusat, melainkan minimal bisa sama dengan besarnya tunjangan yang diterima para guru ngaji atau Rp300 ribu per bulan per orang.
Selasa, 25 September 2012
Penggalan kisah dari epos Bugis klasik I La Galigo, menjadi perhatian peserta yang mengikuti seminar nasional tradisi lisan, yang diselenggarakan oleh Kantor Bahasa Provinsi Jambi, Senin (24/9).
Ketua Lembaga Sensor Film RI, Dr Mukhlis PaEni yang saat itu memberikan materi, menceritakan bagaimana tingginya keinginan Jusuf Kalla, yang waktu itu wakil presiden, agar epos bugis yang diangkat dalam bentuk opera oleh Robert Wilson, seorang seniman teater avant garde kelas dunia, dipentaskan di Indonesia.
"Untuk memindahkan peralatan sound system saja ke Indonesia membutuhkan biaya Rp 15 miliar. Namun tingginya keinginan JK agar budaya leluhur dapat ditonton masyarakat Indonesia, persoalan dana tidak masalah. Hasilnya, waktu dipentaskan di Teater Tanah Airku, tiket termahal Ro 250 juta habis terjual," papar Mukhlis.
Opera yang disutradarai Robert Wilson itu, kata Mukhlis merupakan contoh kebudayaan daerah sebagai deposit ekonomi kreatif. Ia pun mengajak para pelaku dan penikmat seni di Jambi untuk menggali potensi tradisi lisan di Jambi, agar kebudayaan daerah bisa menjadi deposit.
"Bisa jadi suatu saat kesenian krinok di Jambi ini akan dibawakan dalam bentuk orkhestra," ucapnya.
Diakuinya, proses pelestarian budaya membutuhkan dana yang tidak sedikit, apalagi berkebudayaan adalah proses idealisme, dan tidak berpatok pada unsur bisnis. "Contoh saja saat produksi film indonesia yang berbasis idealis tadi, biaya produksi mencapai Rp 8 miliar, namun setelah dilempar ke pasaran hanya kembali Rp 3-4 miliar saja," tukasnya.
Terpisah, satu di antara pelaku seni musik tradisi Jambi, Azhar MJ, menyambut baik mimpi yang ditawarkan pemateri. "Mimpi untuk mewujudkan krinok orkhestra memang sangat baik, saya yakin semua pelaku seni mendukung mimpi besar itu," ucapnya.
Hanya saja, Azhar sedikit pesimistis terhadap dukungan penuh dari pemerintah setempat. "Usahkan orkhestra yang membutuhkan biaya yang sangat luar biasa besarnya, untuk membantu biaya pembuatan film rang kayo hitam saja, sudah ciut duluan dengar dananyo," tukas Azhar.
Apalagi, kata Azhar, pelaku seni yang serius terhadap pelestarian seni krinok bisa dihitung dengan bilangan jari. (men)
Sumber: http://jambi.tribunnews.com/2012/09/24/impikan-orkhestra-krinok
Senin, 24 September 2012
Rabu, 05 September 2012
Kantor
Bahasa Provinsi Jambi yang berada di bawah Kementerian Pendidikan dan
Kebudayaan akan menggelar Seminar Nasional Tradisi Lisan.
Kegiatan
yang direncanakan berlangsung selama satu hari ini akan dilaksanakan pada tanggal 24 September 2012 yang bertempat di Sumatera
Room Ratu Hotel & Resort Jambi dengan mengambil tema ”Menyadarkan Masyarakat
Akan Manfaat Tradisi Lisan”.
Peserta
dalam kegiatan seminar ini diperkirakan seratus orang peserta dari berbagai
kalangan diantaranya sastrawan, seniman, dosen, guru, serta mahasiswa. Pada
kegiatan ini panitia menghadirkan empat orang pembicara yang berasal dari pusat
dan daerah.
Untuk
informasi lebih lanjut bisa menghubungi panitia di nomor 08126794438.
Kamis, 30 Agustus 2012
Dalam rangka Bulan Bahasa (Oktober) 2012, harian Kompas mengajak semua Kompasianer berbagi pengalaman seputar penggunaan bahasa Indonesia. Mari mencintai bahasa Indonesia dengan meramaikan lomba menulis bertema “Bahasa Indonesia dan Kita” di Kompasiana.
Syarat dan ketentuan lomba:
- Lomba terbuka bagi Kompasianer dan umum. Peserta umum dipersilakan membuat akun Kompasiana untuk mengirimkan karya.
- Tulisan tidak melanggar Ketentuan Konten Kompasiana.
- Tulisan menggunakan bahasa Indonesia yang baik.
- Peserta wajib mencantumkan tag “bahasadankita” (tanpa tanda kutip).
- Tulisan yang dikirimkan bersifat baru, belum pernah dipublikasikan di media lain,dan karya orisinal pemilik akun.
- Jumlah tulisan tidak dibatasi.
- Lomba tertutup bagi karyawan Kompas Gramedia dan keluarganya.
- Keputusan dewan juri tidak bisa diganggu gugat.
Dewan juri:
- Bambang Sigap Sumantri (Wakil Redaktur Pelaksana Kompas)
- Tri Agung Kristanto (Kepala Desk Nusantara Kompas)
- Pepih Nugraha (Managing Editor Kompas.com)
Lomba menulis ini dilaksanakan 10 Agustus-25 September 2012. Tulisan dengan taglomba yang dikirimkan di luar periode tersebut tidak akan dinilai. Nama-nama pemenang akan diumumkan pada 18 Oktober 2012 di lembar Freez harian Kompas, Kompasiana, dan Kompas.com. Karya pemenang I-III akan dimuat di lembar Freez pada hari yang sama.
Tersedia hadiah menarik berupa uang tunai, piagam, dan suvenir untuk Kompasianer yang karyanya terpilih sebagai pemenang.
- Pemenang I : Rp 5.000.000, piagam, dan suvenir Kompas
- Pemenang II : Rp 3.500.000, piagam, dan suvenir Kompas
- Pemenang III : Rp 2.000.000, piagam, dan suvenir Kompas
- Hadiah hiburan : 10 paket suvenir Kompas dan voucer Toko Buku Gramedia @ 250.000
Pemenang lomba yang berdomisili di Jabodetabek akan diundang dalam penyerahan hadiah pada 20 Oktober 2012 bersamaan dengan seminar bahasa di Gedung Kompas Gramedia, Jalan Palmerah Barat Nomor 33-37, Jakarta Pusat. Bagi pemenang di luar Jabodetabek atau yang berhalangan hadir, hadiah akan dikirim.
Keterangan:
- Pajak hadiah ditanggung pemenang 5% (dengan NPWP), 6% (tanpa NPWP) dihitung dari 50% nilai hadiah.
Untuk keterangan lebih lanjut, hubungi:
retma.wati@kompas.com
nanik.dwiastuti@kompas.com
amin.iskandar@kompas.com
Tunggu apa lagi? Mari buktikan kita cinta bahasa Indonesia!
Kamis, 09 Agustus 2012
Sebagai wujud apresiasi terhadap tokoh-tokoh inspiratif yang berjasa dalam kehidupan intelektual Indonesia, enam tokoh Indonesia memperoleh Penghargaan Achmad Bakrie 2012 untuk Negeri dari Freedom Institute. Salah satunya menolak penghargaan itu, yakni Seno Gumira Ajidarma.
Keenam tokoh yang terpilih itu adalah M Dawam Rahardjo (kategori Pemikiran Sosial), Seno Gumira Ajidarma (Kesusastraan), Sultana MH Faradz (Kedokteran), Wiratman Wangsadinata (Teknologi), Tjia May On (Sains), dan Yogi Ahmad Erlangga (Ilmuwan Muda Berprestasi).
Pada surat balasan kepada Freedom Institute tertanggal 18 Juni 2012, Seno menyampaikan agar penghargaan yang ia peroleh sebaiknya diberikan kepada orang lain yang dianggap layak.
Direktur Eksekutif Freedom Institute Rizal Mallarangeng menjelaskan, penghargaan ini diberikan karena mutu karya dan dedikasi seseorang di bidangnya. Penolakan itu tidak lantas menurunkan penilaian juri atas mutu karya dan dedikasi tokoh terpilih. Tidak ada alasan bagi Freedom Institute untuk membatalkan atau mengalihkan pemberian penghargaan yang sudah menjadi keputusan tim juri.
”Kami bisa menerima keputusan itu meski sangat disayangkan. Meski ada kontroversi, (hal itu) tidak mengurangi nilai dan kualitas penghargaan ini. Kami tidak bisa melarang orang menolak penghargaan ini,” kata Rizal, Selasa (7/8), di Jakarta.
Selain Seno, beberapa tokoh terpilih pada tahun-tahun sebelumnya juga pernah menolak penghargaan itu, di antaranya, Franz Magnis-Suseno, Sitor Situmorang, dan Goenawan Mohamad.
”Penghargaan ini menilai pengabdian dan pengembangan sains para tokoh. Terlepas dari apakah mereka menerima atau menolak, kami tetap mengapresiasi itu,” kata Rizal.
Pemilihan sulit
Juru bicara dewan juri, Nirwan A Arsuka, menambahkan, memasuki tahun ke-10 ini, pemilihan semakin sulit. Sebab, tokoh yang menonjol pada bidangnya amat jarang, terutama bidang kesusastraan dan pemikiran sosial. Kriteria utama yang mereka lihat adalah mutu karya tokoh dan bagaimana karyanya berdampak pada masyarakat.
Pada pemilihan tokoh, lanjut Nirwan, tim juri juga meminta masukan dan rekomendasi sejumlah pihak yang juga memiliki keahlian dan kompetensi pada setiap kategori bidang. ”Kami tak bisa memublikasikan anggota juri, untuk menghindari konflik kepentingan,” ujarnya.
Penghargaan yang mulai diberikan sejak 2002 itu juga merupakan bentuk komitmen pendiri Kelompok Bakrie, Achmad Bakrie (alm). Semasa hidupnya, Achmad Bakrie dikenal peduli pada pembangunan bangsa.
”Perhatian dan kepedulian itu diwujudkan dalam bentuk penghargaan bagi karya terbaik putra-putri Indonesia,” kata Chief Synergy Officer PT Visi Media Asia Tbk Anindra Ardiansyah Bakrie.
Penerima penghargaan masing-masing mendapat trofi, piagam, dan uang Rp 250 juta, yang akan diserahkan pada Malam Penghargaan Achmad Bakrie 2012 untuk Negeri. Pemberian penghargaan ini akan disiarkan secara langsung dari XXI Ballroom Djakarta Theater pada hari Minggu, 12 Agustus 2012, pukul 19.00.
Langganan:
Postingan (Atom)




++(1).jpg)



